HELL...!!!!
@##$E%$^$%##$@#@
sejuta kampret untuk orang yg pagi ini udah ngerusak pagi yg cerah ini.
boleh gak ya kalo dia aq sumpahin yg jelek2?
FU#@in
@$#^$%$$^%U%^&
makasih bgt udah buat pagi cerah ini mendung gelap,
bersyukur aku ga nanggepin kamu lagi,
apapun alasanmu,
apapun caramu,
aku ga bakal lg mau ngomong sama kamu,
karena kau perusak hari-ku, lebih tepatnya perusak pagi cerah-ku,
FREAKY MoRNING...
#seketika eneg ngelewatin hari tp sore-nya bisa dibuat ketawa ama my Ri-kun (oopss, bolehkah aq memberi embel2 'my'???hags3
Sabtu, 19 Maret 2011
Freaky Morning
Minggu, 23 Januari 2011
Malang dalam Catatanku
Malang atau kota pelat N atau bisa disebut juga kota Ngalam (kata2 khas Malang yang biasa dibalik) adalah kota kedua setelah Surabaya yang pernah aku tinggali selama lebih dari lima tahun. Terdampar di kota ini sungguh gak pernah ada dalam bayanganku sampai jaman putih-abu abu dulu. Dulu kan dalam idealisku, pengennya menuntut ilmu di kota Bogor tapi Allah men-skenario-kan lain dan akhirnya aku betah di dalamnya sampai hampir enam tahun. Kalau dilihat dari lamanya tinggal di kota ini yang lebih dari lima tahun, berarti kan aku bisa disebut penduduk Malang? tapi sampai sekarang aku juga gak pernah dapat Kartu Tanda Penduduk Sementara tuh, humz sepertinya aku harus belajar lagi tentang ilmu kependudukan.
Tanggal 17 Agustus 2005, aku resmi jadi mahasiswa di Perguruan Tinggi Negeri Brawijaya di Fakultas (impianku sejak dulu) Pertanian. Awal tinggal disini dan merasakan hidup nge-kos yang jauh dari rumah dan ortu sungguh menyiksa, semua yang biasa disediakan ama ibu harus dicari sendiri. Selain menyiksa, aku juga bosen menghadapi kehidupan yang sangat gak banget, mulai dari keadaan kota yang kecil; logat yang aneh; tema yang aku gak ngerti; ampe jalan pikiran yang begitu beda. Akhirnya menjadikan aku anak pasif, tersisih dan aneh di lingkungan kos maupun kampus. setahun pertama aku di-cap jadi anak yang egois, bosenin, cuek, lugu dan cap-cap lain yang benernya bukan aku.
Di tahun kedua, akhirnya aku mulai menyesuaikan diri dan lebih membuka diri. Alhasil, aku punya temen-temen keren. Nanda adalah satu teman yang setia sejak jaman pendaftaran Maba (I miss you, dear), kelulusannya yang lebih cepat satu tahun dariku buat aku merasa kehilangan dia di tahun kelima-ku jadi Maperta. Retno dan Wina, teman terbaik yang pernah aku punya selama nge-kos di markas Kersent 77, temen gila kalo lagi sumpek karena bisa diajak jalan (bener2 jalan kaki) saat kita bertiga lagi pengen hiburan entah yang cuman ke rektorat dan ngecengi cowok-cowok keren ataupun sampai ke alun-alun kota Malang dan setelah itu kita bakal tidur seharian ;-) Bahkan juga pernah melakukan hal yang gak penting banget buat karaoke-an by radio saat malam tahun baru dan nyewa 9 judul film terlupa. My twin name, Rista yang deket gara2 nama kita yang cuma beda dibelakangnya dan sempet terlupakan ketika dekat ama orang lain, please forgive me. Selain mereka, sederet nama sudah terlalu banyak yang ada diingatanku dan gak akan aku lupakan, insyaAllah. Aku sangat bersyukur mengenal kalian dalam hidupku.
Lima tahun setengah yang merubah segalanya, merubah seluruh bagian hidupku. Merubah mindsetku dan merubah obsesiku. Humm, tentang obsesi male of Aquarius ini bener bisa ilang ketika menginjak kuliah tahun ketiga, it’s a long mistake, dan itu juga karena aku sendiri bukan karena terobsesi dengan orang lain ataupun berondong yang aku kagumi :-p Mindsetku yang tadinya terlalu ekstrem dan idealispun juga luntur dalam pertarungan proses pembuatan skripsi yang sangat melelahkan dan penuh dengan tangisan. Here there are, tanggal yang sangat historis bagiku. 16 Januari 2009 tangisan pertama akibat penolakan judul yang pertama kalinya, sumpah saat itu rasanya kesel banget. 24 Maret 2010 tangisan yang paling deras yang pernah aku lakukan dengan sadarku gara2 semua hasil penelitianku ditolak tanpa disentuh terlebih dulu, rasanya saat itu dunia sangat jauh dari pijakanku tapi untungnya aku gak sendirian, Allah menegurku tapi juga mengirimkan orang2 paling pengertian sedunia, love you all guys. Hingga akhirnya aku sidang komprehensif tanggal 30 Agustus 2010 dengan judul skripsi yang lain, 90 menit perjuangan kuliah lima tahun dengan di support temen2 dari luar ruangan. Dan saat yang ditunggu, yudisium sarjana alias pengukuhan gelar sarjana terjadi juga tanggal 20 Oktober 2010, akhirnya status mahasiswa S-1ku resmi dicopot. Wisudapun menunggu waktu, digelar tanggal 22 Januari 2011.
Semua peristiwa, jalanan, kekonyolan, kesedihan, dan lain sebagainya terekam dengan jelas dalam ingatanku, Bener2 tahun2 yang hebat, rasanya pengen ngulang kejadian seru bareng temen2 di Malang, entah kapan bisa lagi ngumpul bareng dan melakukan hal gila bareng mereka. Dan tentang suatu kebodohan yang aku lakukan di akhir 2009 hingga awal 2010 gara2 stres melanda-pun juga turut menghiasi pendewasaanku lima tahun setengah di Malang dan mengakui sesuatu bahwa aku menemukan hikmah dan seseorang dari peristiwa itu. #meskipun kamu sering ngeselin tapi aku bersyukur kenal kamu saat kita sama2 stres dan aku gak bisa pungkiri kalau aku lagi kangen ama kamu :-*
Mojokerto (my next step), 23 Januari 2011
Jumat, 31 Desember 2010
sepi
aku cuman duduk sendiri
gak ada temen
ga da kawan
tanpa sahabat
semut pun juga ga ada,
bahkan nyamuk-pun tak terdengar.
ending masehi yang tak menyenangkan,
gila rasa-nya kalo terus begini,
pengen ngusir sepi ini,
dan aku cuman nangis,
biar sepi ini dirusak oleh tangisku,
dan kesalku larut dalam air mata yang mengalir turun.
Rabb, bila memang ini harus aku lalui,
kuatkan aku...
Senin, 29 November 2010
Malang-Bandung via Diam2 (21Okt-28 Okt 2010)
Melakukan perjalanan rahasia yang akhirnya ga jadi rahasia karena udah banyak yang tahu, kecuali orang-orang tertentu. Alasan merahasiakan perjalanan ini karena,,,sungkan tak bisa memberi oleh2 yang berharga =)) dan juga dikira-nya entar malah mendahulukan kepentingan pribadi di atas golongan, tapi emang bener sih hehehehe. Benernya sih pengen menyelesaikan urusan2 itu dulu tapi karena seretnya uang transport yang terkendala akhir pekan (naik 20rb bo’), akhirnya diputuskan secara sepihak berangkat sebelum urusan selesai dan meninggalkan amanat yang akhirnya aku pasrahkan ke temenku dan itupun tanpa pamit. Dua puluh satu Oktober 2k10 berangkat ke Bandung cuma berdua ama my new Roommate, Retno. Berangkat naik Malabar train kelas ekonomi dengan nomer duduk 9A dan 9B sekitar pukul 3.30pm dari KotaBaru Malang. Mbolang kali ini tercetus karena kita berdua udah pada yudisium tanggal dua puluh oktober,,,,emang kaya’e dijodohkan dengan Bandung coz meskipun fakultas kita beda tapi tanggal yudisium kita bisa barengan (selamat ya Retno S.Pi) jadinya rencana mbolang bisa dilanjutkan. Lagipula kita berdua juga lum ribet ama nyari kerja, sedikit escape dari kepenatan skripsi gitu deh. Tralala-trilili sepanjang perjalanan, emang sih bukan pertama-nya ke Bandung bagiku tapi ini yang pertama naik kereta api dan cuma berdua doang soalnya yang dua kali dulu bareng rombongan kampus naik bus. Sampai di stasiun Hall Bandung tanggal dua puluh dua Oktober 2k10 pukul 8.30am,,,wuiihh cuapeekkk bangeettt mana badan bau acem lagi =((
Sambil nunggu jemputan dari mbak Nafis yang dulunya jadi mbak kos di Malang en sekarang udah kerja di Bandung, intinya kita mau nunut hidup selama 2malam di kontrakannya, kita berdua duduk2 en berpikir untuk narsis tapi kaya’e ga minat saking capeknya. Sekitar pukul 9.15am, mbak nafis datang dan langsung cabut menuju Cimahi-Batujajar, tempat tinggal mbak nafis sekarang. Sebelumnya makan bubur ayam dulu cing. Sekitar pukul 10.30am nyampe di kontrakan, langsung mandi dan bebersih lainnya. Makan siang bareng temen satu kontrakan dan cerita2 kehidupan orang Jawa dan Sunda,,wuiiihh seru abis. Malamnya kita berdua tidur pules coz menyimpan tenaga untuk jalan2 (baca: belanja) besok. Esoknya, sekitar pukul 9am, kita bertiga udah ready to go menuju pasar baru-alun2-dan tempat2 yang must be visited. Cari barang ini-itu yang ada Bandung brand-nya dan terhenti untuk dzuhur di masjid raya en sambil nunggu ujan deres selesai. Selain belanja2, foto2 juga harus dilakukan. Pose2 di depan gedung Asia-Afrika macam turis (eh tapi kita kan emang turis dari Jawa Timur). Puas foto, saatnya pulang sambil bawa tentengan belanjaan =)) itu sekitar pukul 5pm. Udah angkotnya lama, kena macet pula, mengerikan. Sekitar 2jam perjalanan akhirnya kita bertiga sampai di kontrakan lagi. Bebersih sambil lihat2 lagi barang belanjaan, huummzz banyak juga yang di beli. Menunggu giliran mandi sambil nonton tipi, siaran live Persib-PSM dan berandai bisa langsung ke Siliwangi yang cuma tinggal beberapa kilometer lagi. Halah2. Malam kedua di kontrakan, tidurnya tambah pules.
Besoknya, daerah Batujajar ujan seharian. Ga bisa kemana-mana cuma nunggu waktu buat ganti lokasi ke daerah STT Telkom-Buah Batu. Itu tempat tinggalnya Tante-nya Retno gitu. Pukul 2pm, cabut dari Batujajar menuju Buah Batu sambil diiringi ujan, syahdu banget (halah). Berpisah dengan mbak nafis plus penghuni lain,,,hukshuks sedih (lebay). Perjalanan kali ini lebih lama tapi ga bisa buatku tertidur, pengen nikmati pemandangan aja. Sekitar pukul 4pm kita berdua nyampe di daerah STT Telkom, ngobrol2 bentar lalu mandi. Karena daerah kos, kita mah ga seberapa kaget ama lingkungannya. Bedanya ama tempatnya mbak nafis, di Buah Batu rumahnya padet jadi omongan Sunda terdengar dimana-mana kalo di mbak nafis kan tipe perumahan yang deket ama bukit jadinya agak sepi.
Besok pagi, hari Senin tanggal dua puluh lima oktober, kita berdua jalan2 ke pasar Dayeuh Kolot. Aku-nya dapat merchandise 33 meskipun ga sempet mampir ke Siliwangi atau JalakHarupat. Foto2 lagi di monument Bandung Lautan Api, hohoho dan pulang sekitar pukul 1pm tanpa belanja yang lain. Merencanakan besok mau ke alun2 lagi sekalian ke lap gazibu ama tante-nya retno en anaknya.
Lagi2 belanja, lagi2 keluar uang,,,tapi yang kali ini aku nyari oleh2 coz jalan2 yang pertama udah memuaskan diri ;-) Puas belanja, saatnya pulang sekitar pukul 4pm. Sedihnya ga ke gedung sate plus lap gazibu (next time deh mau jalan ke Bandung lagi dengan niatan jalan ke tempat must be visited lainnya).
Malam terakhir di Bandung dimanfaatkan untuk packing dan mengumpulkan tenaga untuk perjalanan pulang ke Malang.
Rabu pagi sekitar pukul 6am kurang, kita berdua jalan2 ke STT Telkom dan foto2 lagi (hehehehe). Asik kampusnya, asri banget. Puas jalan2, sekitar pukul 7.30am udah nyampe rumah tante-nya Retno lagi. Menghabiskan waktu untuk bebersih dan narsis bareng anak2 kecil =)) dan saatnya emang harus cabut menuju stasiun Hall lagi. Sekitar pukul 1.30pm, resmi keluar dari Buah Batu. Selama perjalanan ga henti2nya bilang mau ke Bandung lagi kapan2 (tapi meskipun begitu, aku tetep cinta Surabaya dan Jatim). Mural2 dan merchandise di jalan2 menunjukkan kedekatan dengan kota kelahiranku, nambah emosional aja. Nyampe di stasiun 30 menit lebih awal dari jadwal keberangkatan. Narsis dulu deh jadi-nya (emang udah diniatin waktu pertamanya nyampe stasiun Hall). Puas dan sedih harus mengakhiri petualangan, kita berdua naik kereta yang punya jadwal keberangkatan pukul 3.30pm. Dapet sebelah orang rese’ jadi deh kita akhirnya pindah duduk, untungnya kereta sepi jadi bebas milih tempat duduk tanpa takut harus terusir ke nomor duduk sebenarnya dan bersebelahan ama orang rese’ itu lagi. Di daerah Tasik aku terbengong-bengong lihat orang tipe Luffy naik kereta dan duduk di nomor bangku setelah kami, benernya ini bagian ga penting jadi ga perlu aku certain detail, tapi karena aku terlalu suka ama tipe2 tinggi-kurus jadi ga henti2nya ngeliatin orang itu dan ngerasa ini cukup penting untuk diceritakan =)) Sampai di Malang tanggal dua puluh delapan oktober pukul 8am, alhamdulillah dalam keadaan baik dan sehat. Resmi berakhir sudah travelling kali ini, bersiap untuk travelling selanjutnya tapi mau cari kerja dulu deh lalu ngumpulin duwit biar puas jalan2nya ;-)
Rabu, 10 November 2010
foto2-na Bandung
gedung apa ya??? lupa atuh mah, deket ama gedung KAA deh.
masjid raya Bandung
lalu lintas Bandung Sore Hari
becak-nya bandung, Kecil dan Mungil
plat-nya bandung
shoot me on Bandung
di depan gedung Merdeka yang dulu dipake konferensi Asia Afrika
di bagian depan Gedung Merdeka, tiang-nya dulu dipake buat mengibarkan Bendera negara2 Asia-Afrika
di depan pertokoan di kawasan alun2 Bandung, bisa dibilang wisata kota tua sih
