Dirimu punya Sabtu merindu? saya punya Selasa sampai jumpa... Simply, hanya karena dia mengucap "sampai jumpa" di hari Selasa lalu menghilang bukan niatan untuk buat saingan tapi itu memang kenyataan bilangnya bakal siap jika cinta ini pergi Sampai-sampai bikin puisi patah hati nyatanya, payah... Tetap saja merasa kehilangan Tetap saja ada yang berubah dari kebiasaan Ahh wanita, selalu punya alasan untuk mellow Tapi itulah kenyataannya Meskipun telah dipersiapkan, tetap saja kehilangan Kini saatnya melangkah ke depan Sembari merubah hal yang sempat luar biasa menjadi biasa kembali Dan aku-pun tak mau menunggu Karena tak ada jaminan dalam penantian... Mojokerto, 26 Agustus 2014
Selengkapnya....Kamis, 10 September 2015
Lepaskan Itu Jika Kau Mampu (Saya Harus Kuat)
Burung-burung pergi meninggalkan sarangnya, memulai aktivitas pagi dengan berselancar di langit biru. Bebas, lepas, menikmati pagi yang belum sebegitu terik. Menyapa matahari yang masih enggan keluar dari peraduannya. Seekor dari kelompok burung itu bebas saja dia meliuk-liukkan tubuhnya, hingga suatu ketika bosan melanda dirinya. Merasa bahwa tak kan lagi ada langit dihadapannya. Padahal bumi Allah itu luas. Lalu datang seekor burung lagi yang menawarkan pertemanan. Membawa nuansa baru yang begitu menggembirakan. Langit terasa membentang luas dihadapan. Bahkan berasa berlapis-lapis dan tak habis dilewati berdua. Hingga suatu ketika kawan burung itu harus mengucap kata berpisah. Satu hal yang wajar dalam suatu pertemuan. Bahwa sejatinya, kita harus berani berpisah ketika kita berani menyapa. Burung itu merasa berat melepas kepergian kawan sejatinya. Langit yang semula biru berubah menjadi abu-abu. Kelam, mencekam dan menakutkan. Seolah lupa akan langit biru yang indah. Semua terasa hampa. Menjadi sendiri lagi setelah nyaman dengan adanya kawan. Entah apakah burung itu sanggup menghadapi hari-hari tanpa kawannya lagi. Ragu terlintas di benak. Iya, dia harus ikhlas melepas kawannya. Dia harus memulai lagi hari tanpa temannya. Harus menata lagi kebiasaan-kebiasaan yang dilakukan. Hampa, kosong, sepi. Berpikir dengan hati membuatnya semakin kalut, mampukah dia melewati semua itu? Terdorong rasa yang memang harus dimiliki tiap inasan, ikhlas. Iya, dia harus ikhlas melepas. Yakin bahwa dia akan kuat, menghibur diri bahwa yang hilang akan terganti dengan yang lebih baik. Pun, ketika kawannya tak kan kembali lagi. Dia memaksa diri untuk kuat menghadapi segala ujian itu. Yang akan menjadikan dirinya pribadi yang lebih baik. Menjadi pribadi yang tangguh. Menjadi pribadi yang ikhlas. Kepakan sayap menyambut pagi tak boleh berhenti, karena itu tanda dimulai hari. Siapa tahu nanti akan ada kawan yang takkan terganti. Di luasan langit di tepian negeri. Menyambut matahari dengan pikiran selalu positif. Bahwahari ini akan lebih baik dari kemarin. Tentu dengan mengharap Ridha Illahi Rabb. "Mainkan saja peranmu dengan sebaik-baiknya// Tugas kita hanya taat// Terserah padaMu saja ya Rabb// Engkaulah yang memberi hasilnya nanti." Mojokerto, 10 September 2015 Tanti Isnaini
Selengkapnya....Rabu, 12 November 2014
Merindu Senja
Selasa, 26 November 2013
Lama Tak Berkunjung
Haah..ini apa-apaan? segitu sibukkah? hingga tak bisa membuat catatan sedikitpun? hmm... iya mungkin juga sibuk (baca: sibuk lupain masa lalu); sibuk kerjaan (baca: ga kebagian komputer di kantor); sibuk ama kegiatan hang out yang kadang ga jelas. Astaghfirullah... banyak kejadian yang ga jelas dalam hari-hari setelah peristiwa "bleeding" itu *halah. Akupun tak melihat kebahagiaan dalam jangka yang lama, memang kebahagiaan sejati ada dalam diri kalo dekat ama Allah. Masya Allah, diri ini harus berbeneh, secepatnya. Bimillah. Anyway, kegiatan2 yang kemarin juga bukan hanya yang ga penting bin ga jelas juga sih. Kegiatan sosial juga, alhamdulillah lumayan. Kegiatan mbolank juga lumayan banyak. Namun sayangnya ga aku posting. Aku kaya ga punya feel buat nulis deh kemarin2. Yaaa... semangat memperbaiki diri deh. Dan bismillah mau posting yang "nggenah" bin nguntungin. Semoga bukan keinginan semata. Amiiinn. Hari inipun ada kegiatan Blood Donation di tempat kerja. Alhamdulillah, seruuu dan berhasil dapat 49 kantong dari target 50 kantong. *applause* Sayangnya, memang aku ga ikutan karena minimum bobot yang ga kecapai. Rasanya seneng gitu bisa ikutan membantu acara sosial ini. Meskipun aku harus ketemu ama masa lalu, tapi ahh sudahlah, dia cuman muncul di spion :) Ternyata donor darah itu ga sembarangan lho. Tekanan darah yang harus dicapai itu kudu normal, ga boleh dalam keadaan darah rendah ataupun darah tinggi. Ada juga, kalo yang perempuan, ga boleh dalam rangka "libur" alias menstruasi atau haid. Kondisi kita-pun udah makan berat dan bobot minimal 45kg *lah, bobotku cuman 42kg aja* Terus kadang-kadang ditengah acara pendonoran, ada yang mau muntah atau membahayakan kondisi badan pasien, itupun dia gagal jadi pendonor. Banyak juga ya syarat-nya. Tiga bulan lagi acara ini akan diadakan kembali. Semoga Allah ridho, sehingga acara lancar dan target tercapai. Pertanyaannya, apa aku dah bisa donor ya? heheh, insyaAllah. Sekian deh postingan tentang "Blood Donation" hari ini. Semoga menjadi loncatan buat aktif nulis lagi, amiiinn.
Selengkapnya....Minggu, 20 Januari 2013
Untitled (Inikah Patah?)
Hai, lama nggak nge-blog. Dan postingan terakhir tentang aku yang jatuh cinta.. Humpzz terhempas rasa-nya jika ingat saat itu, tanggal dimana akhirnya aku meneteskan air mata sekali lagi. Parahnya, aku lakukan hanya untuk orang yang harusnya ga bisa ngambil air mataku gitu aja. Break off..huaah rasanya lama sekali menunggu dua bulan sampai akhirnya aku bisa bernapas lega lagi, bisa tersenyum lagi dengan atau tanpa-nya. Yaa meskipun harus berjalan terseok-seok diawal tapi sekarang aku bisa merasakan indah-nya matahari pagi tanpa tiada seorang-pun dalam pikiranku. Untuk beberapa saat ini, belum mau jatuh cinta alagi, setelah yang kemarin membuatku patah-sepatahnya aku. Dia yang berasa udah jadi mr. Click ternyata bukan menurut Allah. Serahkan saja padaNya, kalau udah jatah nggak kemana tapi kalau belum jatahnya ya nggak akan kemana-mana. Semangaatt!! Nama-nya juga perasaan pasti ngefek di hati dan otak. "I'm happy for him", that's it :)
Selengkapnya....Senin, 18 Juni 2012
I Love Huntsman so i called him "Huntsman" ; seseorang yang memburu hatiku
hwaaa,,,lama ga nge-blog. bukan karena ga ada inspirasi tapi saking ga sempetnya (baca: cuma sempet buka facebook dan twitter plus detik dot com). akhirnya saya sempetin buat buka blogger dot com. mumpung saya ada inspirasi...apalagi kalo ga tentang cinta *ahahahay.
saya lagi sukaa seseorang;seperti sudah menemukan yang saya ingin'i. masih dalam rangka mndekati sih iya. masih berusaha mengenali, rasanya saya kok udah yakin ya? ini bukan karena umur saya dan lingkungan saya yang udah mulai berpasangan, bukan..bukan itu. masih ingat dalam ingatan saya waktu pertama tersengat listrik,,itu bukan pertama-nya ketemu dia sih tapi kesekian kali saya ketemu dia. dia engucapkan "selamat pagi" simple kan? saat itu saya bisa lupa gitu aja dengan bayangan "temen istimewa" saya a.k.a teloe. sueerr, entah kenapa saya yakin kalo dia orangnya, sebelumnya saya hanya terlibat beberapa pekerjaan dengan dia. belum ada "kepakan sayap" seperti saat ini, saat ini i feel so flying...wkwkwkwk it so unbelieavable
dia bukan seseorang yang kaya, bukan yang cakep, bukan juga yang tahu segalanya, dia cuma bisa bikin saya kagum dengan cara dia beribadah dan sedikit 'nakal' dan yang pasti dia tahu cara saya buat tersenyum. i like him but i dont have call it "i'm in love" yet.
i feel so happiness, merasa pipi saya bersemu merah dan mata saya berbinar terus, setelah peristiwa di malang itu tentunya. iya, akhirnya saya ngajakin dia ke Malang, langsung hari itu juga...terus ga lama kemudian jg dia dapat nomer saya lalu semuany membuat saya ga bisa tidur nyenyak. huaahh,,, dia bukan superstar tapi dia menolong hati saya *yiaakzz lebay amir* lalu datanglah hari itu, hari dimana saya diajak karaoke'an...asiikkkk bisa keluar bareng temen2ny juga. pulang diantar dia juga, klop sudah ^^
jadi nge-compare-in ma cerita film kmrn, ttg Snow white and the huntsman. Snow White yg berhasil bangun gara2 dicium ama huntsman bukan pangeran. huaahh...huntsman emang keren; dia cowo bangeettt. saya suka tokoh ini lalu nge-compare'in si dia ama huntsman. jadi boleh dong saya panggil dia huntsman? dia yang melindungi cewe, menghormati cewe dan mengajarkan banyak ke saya meskipun bukan hal yang besar tapi itu sudah buat saya kagum. jadi berlebihankah saya mengagumi "huntsman" saya?
"..dan tlah aku sisipkan namamu dalam doaku; semoga kau benar2 jawaban atas doaku sehingga aku bisa menyambutmu dengan senyum tulusku. ya Allah dapatkah Engkau halal-kan kami? adakah dia orang yang ada dalam doaku selama ini? Engkau Maha Tahu Segalanya.."
Selasa, 27 September 2011
Persimpangan Jalan

Jam kantor telah menunjukkan pukul 09.00pm,,huaahh malam buanget yaa untuk orang yang harus mengawali kegiatan kerja jam 08.00am. Tapi nyatanya aku belum juga beranjak dari tempat dudukku dan malah membuka postingan sesi curhat. heeuummm, ternyata menjadi wanita gila kerja sangaaatttt melelahkan, jedi pengen ketawa sendiri pas jaman kuliah dulu dimana idealis-ku sangat sempurna terbentuk. pengennya hidup itu untuk kerja terus, no time for, eheemm, cari pasangan. nyata-nya sekarang jadi sedikit merasa kesepian, secara ga ada lagi yang nanyain, "Udah pulang belum?" "tadi makan apa?" atau bla-bla yang laen dari seorang Ayahku (uughh Ayah, miss you sooo).
yaa emang belum kepingin2 amat buat cari pendamping hidup tapi kalo liat kualitas keseharian kerja yang disiplin waktu gini jadi jengah alias bosen juga yaa...Masuk jam 08.00am pulang (normal) jam 04.00pm gituuu aja selama 6hari, boring abiiissss. belum lagi kalo udah masuk musim nge-beat gini,,,musti rela pulang jam 09.00pm ke atas. huaaahhh hidup macam apa ini??? jadi ngerasa kurang bersyukur (nginget ada temen lain masih belum dapat kerja),,,astaghfirullah.
jawabannya emang cuman,,dinikmatin aja,,,tul ga?
anyway, kaya'nya udah ngerasa kena syndrom 25th atau istilah lainnya quarter life crisis. bawaannya pengen tauuu aja sapa yang jadi my hubby. inget dulu pas jaman kuliah kalo aku pengen menjelajah dunia ini dulu, seneng2 dulu, heboh dulu sebelum harus menyerah ama yang nama-ny komitmen. satu hal yang aku hindari,,KOMITMEN,, freak banget kalo denger kata2 itu, dulu.
heeuumm, sekarang berasa aneh aja tapi masih takut aja siy ama yg nama-ny komitmen. hheell!!! hidup kaya'ny bakal terjerat sama ikatan yg sepertinya kesana kemari tambah ga bebas. tapiii masih pengen tahu juga sapa yang bakal aku temuin waktu pagi hari terus sapa juga yang bakal nemenin ngobrol malam2. tuh kan, persimpangan jalan banget. ini bukan suatu hal yang harus dihindari, cuma berhenti untuk dipikirkan, diperdebatkan dan dibicarakan. karena aku pengen semua itu terjadi karena aku ingin dan karena udah ditetapkan oleh DIA. mau persimpangan jalan yang banyak sekalipun, bakal aku jalani karena ini mungkin jalanku,,just stay being me.
Jumat, 22 Juli 2011
Ultah Blog 2nd

happy birthday to my blog!!!
ga kerasa udah dua tahun pny blog ini,
yg isinya ga terlaslu jauh2 dari yg namanya curhat,, heehehe apalagi?
lama buanget ga buka niy blog, secara sekarang jadi ga ada waktu buat hunting ide,,,wuahh jadi miskin ide, Gan!!
semacam mati gitu rasanya ide di otak, ga nyampe di tulisan.
secara sumber inspirasiku yg diberi Allah udah di dunia yg berbeda (miss u Ayah!!) dan lagi inspirasiku yg lain (yg lg2 d ksh ama Allah) udah pergi ke kota lain --loss contact gt dweh--
hmmm, untuk sumber inspirasi kedua ini tauk deh bisa d harepin balik lg pa ga?? still missing you Ri-kun.
dua orang yg bisa buatku diskusi panjang kali lebar meskipun yg kedua kalah bobot ama yg pertama hehehe.
anyway, alhamdulillah ya Allah engkau mengijinkanku mengenal mereka berdua.
Love You Allah
Senin, 02 Mei 2011
Langit Mendung (Bahkan Pengen Lupa Hari itu...)
mendung...
sangat mendung langit semalaman ini.
isakan tangis dari seorang ibu terdengar di suatu kawasan perumahan.
beliau sedih,,
sangat sedih, sangat terpukul, sangat tidak percaya akan hal ini.
begitupun aku,,,
wanita kemarin sore,
yang berlagak tegar tapi rapuh didalamnya.
sayu yang nampak dari kedua mataku, mengikuti apa yang dilakukan seorang ibu tersebut.
mataku menerawang,
memandang kosong pada seseorang yang telah terbujur kaku.
mengenang masa-masa indah dengan seseorang itu.
Aahh,,tidak.
seseorang itu hanya tidur.
tidur dengan senyum,,,
tidur dengan damai
tidur untuk tak terbangun lagi.
aku hanya bisa memandangi seseorang itu menjauh dari rumah.
menahan rindu yang menyesak di dada.
menahan kata-kata untuk memanggilnya, "Ayah."
*Rabb, kuatkan kami.
ini skenario terindahMu, kami percaya itu.
Titip salam rindu untuk Ayah kami.
Surabaya, 22 April 2011; 22.45(aku bahkan pengen lupa hari itu...)
Senin, 18 April 2011
Refrain oh Refrain

Hummz, seneng banget akhirnya merampungkan novel Refrain hanya dalam hitungan jam disela kesibukan kerja (baca: sok sibuk benernya). Btw, maksd-q pas abis kerja lembur yang huaahh naudzubillah puyeng-nya, kepikiran buat nginguk lemari buku dan TARAAA!!! Refrain-nya Winna masih bertengger manis, bahkan plastik wrap-ny masih melekat rapi. Emang suka lupa ma barang yg udah dibeli so call me Pikun's Woman (ahahay lebay amat).
Uhmm, ngomong2 soal novel Refrain yang bikin saya kepincut beli beberapa minggu lalu (sumpah, aq lum sempet ke toko buku saking -sok- sibuknya) adalah cover-nya yg imut and this is the point...sinopsisnya yang akuwh bangget. Huaduh, nih buku kok kaya aku ama Ri-kun ya? temen dari jaman pake seragam putih- biru gelap dulu yg alhamdulillah masih nyambung ampe sekarang dan tetep keukeuh ama prinsip "temen" meskipun di aku-nya sering ngerasa ada sesuatu yg lain. Oopss, terdengar sangat curhat abeesss ya? Yah thats me, yg berharap dia adalah Nata untuk aku, Niki. Naga2nya pasti pengen punya ending kaya novel Refrain tapiiii (gaya gantung) takut yg terjadi sebaliknya.
Di novel ini, ada qoute Nata -wish tepatnya- yg bikin aq sering ucapin di depan teman2 kantor-q, kurang lebih yang ini:
"aku ingin menjadi anak kecil lagi yang gak harus memilih."
biasanya akan aku tambahin dalam hati,
"... dan gak harus ngerasa aneh ketika dia cuman nyungging senyum saat senja itu."
Weeekkss,,,lebay banget ya akuwh??? gegegege. Refrain itu memang harus ada Ketika Cinta Selalu Pulang...dan aku merindukan pulang ke kota kelahiran untuk cuman denger refrain dari mulut Ri-kun sebuah lagu yang biasa dia nyanyikan,
"Syukuri apa yang ada, hidup adalah anugerah.
Tetap jalani hidup ini.
Melakukan yang terbaik."
-D'Masiv- Jangan Menyerah.
*thx to Winna yang dah nuangin kejadian yang (mungkin) banyak dialami oleh dua sahabat beda kelamin di dunia (termasuk aku) menjadi sebuah cerita.
Sabtu, 19 Maret 2011
Freaky Morning
HELL...!!!!
@##$E%$^$%##$@#@
sejuta kampret untuk orang yg pagi ini udah ngerusak pagi yg cerah ini.
boleh gak ya kalo dia aq sumpahin yg jelek2?
FU#@in
@$#^$%$$^%U%^&
makasih bgt udah buat pagi cerah ini mendung gelap,
bersyukur aku ga nanggepin kamu lagi,
apapun alasanmu,
apapun caramu,
aku ga bakal lg mau ngomong sama kamu,
karena kau perusak hari-ku, lebih tepatnya perusak pagi cerah-ku,
FREAKY MoRNING...
#seketika eneg ngelewatin hari tp sore-nya bisa dibuat ketawa ama my Ri-kun (oopss, bolehkah aq memberi embel2 'my'???hags3
Minggu, 23 Januari 2011
Malang dalam Catatanku
Malang atau kota pelat N atau bisa disebut juga kota Ngalam (kata2 khas Malang yang biasa dibalik) adalah kota kedua setelah Surabaya yang pernah aku tinggali selama lebih dari lima tahun. Terdampar di kota ini sungguh gak pernah ada dalam bayanganku sampai jaman putih-abu abu dulu. Dulu kan dalam idealisku, pengennya menuntut ilmu di kota Bogor tapi Allah men-skenario-kan lain dan akhirnya aku betah di dalamnya sampai hampir enam tahun. Kalau dilihat dari lamanya tinggal di kota ini yang lebih dari lima tahun, berarti kan aku bisa disebut penduduk Malang? tapi sampai sekarang aku juga gak pernah dapat Kartu Tanda Penduduk Sementara tuh, humz sepertinya aku harus belajar lagi tentang ilmu kependudukan.
Tanggal 17 Agustus 2005, aku resmi jadi mahasiswa di Perguruan Tinggi Negeri Brawijaya di Fakultas (impianku sejak dulu) Pertanian. Awal tinggal disini dan merasakan hidup nge-kos yang jauh dari rumah dan ortu sungguh menyiksa, semua yang biasa disediakan ama ibu harus dicari sendiri. Selain menyiksa, aku juga bosen menghadapi kehidupan yang sangat gak banget, mulai dari keadaan kota yang kecil; logat yang aneh; tema yang aku gak ngerti; ampe jalan pikiran yang begitu beda. Akhirnya menjadikan aku anak pasif, tersisih dan aneh di lingkungan kos maupun kampus. setahun pertama aku di-cap jadi anak yang egois, bosenin, cuek, lugu dan cap-cap lain yang benernya bukan aku.
Di tahun kedua, akhirnya aku mulai menyesuaikan diri dan lebih membuka diri. Alhasil, aku punya temen-temen keren. Nanda adalah satu teman yang setia sejak jaman pendaftaran Maba (I miss you, dear), kelulusannya yang lebih cepat satu tahun dariku buat aku merasa kehilangan dia di tahun kelima-ku jadi Maperta. Retno dan Wina, teman terbaik yang pernah aku punya selama nge-kos di markas Kersent 77, temen gila kalo lagi sumpek karena bisa diajak jalan (bener2 jalan kaki) saat kita bertiga lagi pengen hiburan entah yang cuman ke rektorat dan ngecengi cowok-cowok keren ataupun sampai ke alun-alun kota Malang dan setelah itu kita bakal tidur seharian ;-) Bahkan juga pernah melakukan hal yang gak penting banget buat karaoke-an by radio saat malam tahun baru dan nyewa 9 judul film terlupa. My twin name, Rista yang deket gara2 nama kita yang cuma beda dibelakangnya dan sempet terlupakan ketika dekat ama orang lain, please forgive me. Selain mereka, sederet nama sudah terlalu banyak yang ada diingatanku dan gak akan aku lupakan, insyaAllah. Aku sangat bersyukur mengenal kalian dalam hidupku.
Lima tahun setengah yang merubah segalanya, merubah seluruh bagian hidupku. Merubah mindsetku dan merubah obsesiku. Humm, tentang obsesi male of Aquarius ini bener bisa ilang ketika menginjak kuliah tahun ketiga, it’s a long mistake, dan itu juga karena aku sendiri bukan karena terobsesi dengan orang lain ataupun berondong yang aku kagumi :-p Mindsetku yang tadinya terlalu ekstrem dan idealispun juga luntur dalam pertarungan proses pembuatan skripsi yang sangat melelahkan dan penuh dengan tangisan. Here there are, tanggal yang sangat historis bagiku. 16 Januari 2009 tangisan pertama akibat penolakan judul yang pertama kalinya, sumpah saat itu rasanya kesel banget. 24 Maret 2010 tangisan yang paling deras yang pernah aku lakukan dengan sadarku gara2 semua hasil penelitianku ditolak tanpa disentuh terlebih dulu, rasanya saat itu dunia sangat jauh dari pijakanku tapi untungnya aku gak sendirian, Allah menegurku tapi juga mengirimkan orang2 paling pengertian sedunia, love you all guys. Hingga akhirnya aku sidang komprehensif tanggal 30 Agustus 2010 dengan judul skripsi yang lain, 90 menit perjuangan kuliah lima tahun dengan di support temen2 dari luar ruangan. Dan saat yang ditunggu, yudisium sarjana alias pengukuhan gelar sarjana terjadi juga tanggal 20 Oktober 2010, akhirnya status mahasiswa S-1ku resmi dicopot. Wisudapun menunggu waktu, digelar tanggal 22 Januari 2011.
Semua peristiwa, jalanan, kekonyolan, kesedihan, dan lain sebagainya terekam dengan jelas dalam ingatanku, Bener2 tahun2 yang hebat, rasanya pengen ngulang kejadian seru bareng temen2 di Malang, entah kapan bisa lagi ngumpul bareng dan melakukan hal gila bareng mereka. Dan tentang suatu kebodohan yang aku lakukan di akhir 2009 hingga awal 2010 gara2 stres melanda-pun juga turut menghiasi pendewasaanku lima tahun setengah di Malang dan mengakui sesuatu bahwa aku menemukan hikmah dan seseorang dari peristiwa itu. #meskipun kamu sering ngeselin tapi aku bersyukur kenal kamu saat kita sama2 stres dan aku gak bisa pungkiri kalau aku lagi kangen ama kamu :-*
Mojokerto (my next step), 23 Januari 2011
Jumat, 31 Desember 2010
sepi
aku cuman duduk sendiri
gak ada temen
ga da kawan
tanpa sahabat
semut pun juga ga ada,
bahkan nyamuk-pun tak terdengar.
ending masehi yang tak menyenangkan,
gila rasa-nya kalo terus begini,
pengen ngusir sepi ini,
dan aku cuman nangis,
biar sepi ini dirusak oleh tangisku,
dan kesalku larut dalam air mata yang mengalir turun.
Rabb, bila memang ini harus aku lalui,
kuatkan aku...
Senin, 29 November 2010
Malang-Bandung via Diam2 (21Okt-28 Okt 2010)
Melakukan perjalanan rahasia yang akhirnya ga jadi rahasia karena udah banyak yang tahu, kecuali orang-orang tertentu. Alasan merahasiakan perjalanan ini karena,,,sungkan tak bisa memberi oleh2 yang berharga =)) dan juga dikira-nya entar malah mendahulukan kepentingan pribadi di atas golongan, tapi emang bener sih hehehehe. Benernya sih pengen menyelesaikan urusan2 itu dulu tapi karena seretnya uang transport yang terkendala akhir pekan (naik 20rb bo’), akhirnya diputuskan secara sepihak berangkat sebelum urusan selesai dan meninggalkan amanat yang akhirnya aku pasrahkan ke temenku dan itupun tanpa pamit. Dua puluh satu Oktober 2k10 berangkat ke Bandung cuma berdua ama my new Roommate, Retno. Berangkat naik Malabar train kelas ekonomi dengan nomer duduk 9A dan 9B sekitar pukul 3.30pm dari KotaBaru Malang. Mbolang kali ini tercetus karena kita berdua udah pada yudisium tanggal dua puluh oktober,,,,emang kaya’e dijodohkan dengan Bandung coz meskipun fakultas kita beda tapi tanggal yudisium kita bisa barengan (selamat ya Retno S.Pi) jadinya rencana mbolang bisa dilanjutkan. Lagipula kita berdua juga lum ribet ama nyari kerja, sedikit escape dari kepenatan skripsi gitu deh. Tralala-trilili sepanjang perjalanan, emang sih bukan pertama-nya ke Bandung bagiku tapi ini yang pertama naik kereta api dan cuma berdua doang soalnya yang dua kali dulu bareng rombongan kampus naik bus. Sampai di stasiun Hall Bandung tanggal dua puluh dua Oktober 2k10 pukul 8.30am,,,wuiihh cuapeekkk bangeettt mana badan bau acem lagi =((
Sambil nunggu jemputan dari mbak Nafis yang dulunya jadi mbak kos di Malang en sekarang udah kerja di Bandung, intinya kita mau nunut hidup selama 2malam di kontrakannya, kita berdua duduk2 en berpikir untuk narsis tapi kaya’e ga minat saking capeknya. Sekitar pukul 9.15am, mbak nafis datang dan langsung cabut menuju Cimahi-Batujajar, tempat tinggal mbak nafis sekarang. Sebelumnya makan bubur ayam dulu cing. Sekitar pukul 10.30am nyampe di kontrakan, langsung mandi dan bebersih lainnya. Makan siang bareng temen satu kontrakan dan cerita2 kehidupan orang Jawa dan Sunda,,wuiiihh seru abis. Malamnya kita berdua tidur pules coz menyimpan tenaga untuk jalan2 (baca: belanja) besok. Esoknya, sekitar pukul 9am, kita bertiga udah ready to go menuju pasar baru-alun2-dan tempat2 yang must be visited. Cari barang ini-itu yang ada Bandung brand-nya dan terhenti untuk dzuhur di masjid raya en sambil nunggu ujan deres selesai. Selain belanja2, foto2 juga harus dilakukan. Pose2 di depan gedung Asia-Afrika macam turis (eh tapi kita kan emang turis dari Jawa Timur). Puas foto, saatnya pulang sambil bawa tentengan belanjaan =)) itu sekitar pukul 5pm. Udah angkotnya lama, kena macet pula, mengerikan. Sekitar 2jam perjalanan akhirnya kita bertiga sampai di kontrakan lagi. Bebersih sambil lihat2 lagi barang belanjaan, huummzz banyak juga yang di beli. Menunggu giliran mandi sambil nonton tipi, siaran live Persib-PSM dan berandai bisa langsung ke Siliwangi yang cuma tinggal beberapa kilometer lagi. Halah2. Malam kedua di kontrakan, tidurnya tambah pules.
Besoknya, daerah Batujajar ujan seharian. Ga bisa kemana-mana cuma nunggu waktu buat ganti lokasi ke daerah STT Telkom-Buah Batu. Itu tempat tinggalnya Tante-nya Retno gitu. Pukul 2pm, cabut dari Batujajar menuju Buah Batu sambil diiringi ujan, syahdu banget (halah). Berpisah dengan mbak nafis plus penghuni lain,,,hukshuks sedih (lebay). Perjalanan kali ini lebih lama tapi ga bisa buatku tertidur, pengen nikmati pemandangan aja. Sekitar pukul 4pm kita berdua nyampe di daerah STT Telkom, ngobrol2 bentar lalu mandi. Karena daerah kos, kita mah ga seberapa kaget ama lingkungannya. Bedanya ama tempatnya mbak nafis, di Buah Batu rumahnya padet jadi omongan Sunda terdengar dimana-mana kalo di mbak nafis kan tipe perumahan yang deket ama bukit jadinya agak sepi.
Besok pagi, hari Senin tanggal dua puluh lima oktober, kita berdua jalan2 ke pasar Dayeuh Kolot. Aku-nya dapat merchandise 33 meskipun ga sempet mampir ke Siliwangi atau JalakHarupat. Foto2 lagi di monument Bandung Lautan Api, hohoho dan pulang sekitar pukul 1pm tanpa belanja yang lain. Merencanakan besok mau ke alun2 lagi sekalian ke lap gazibu ama tante-nya retno en anaknya.
Lagi2 belanja, lagi2 keluar uang,,,tapi yang kali ini aku nyari oleh2 coz jalan2 yang pertama udah memuaskan diri ;-) Puas belanja, saatnya pulang sekitar pukul 4pm. Sedihnya ga ke gedung sate plus lap gazibu (next time deh mau jalan ke Bandung lagi dengan niatan jalan ke tempat must be visited lainnya).
Malam terakhir di Bandung dimanfaatkan untuk packing dan mengumpulkan tenaga untuk perjalanan pulang ke Malang.
Rabu pagi sekitar pukul 6am kurang, kita berdua jalan2 ke STT Telkom dan foto2 lagi (hehehehe). Asik kampusnya, asri banget. Puas jalan2, sekitar pukul 7.30am udah nyampe rumah tante-nya Retno lagi. Menghabiskan waktu untuk bebersih dan narsis bareng anak2 kecil =)) dan saatnya emang harus cabut menuju stasiun Hall lagi. Sekitar pukul 1.30pm, resmi keluar dari Buah Batu. Selama perjalanan ga henti2nya bilang mau ke Bandung lagi kapan2 (tapi meskipun begitu, aku tetep cinta Surabaya dan Jatim). Mural2 dan merchandise di jalan2 menunjukkan kedekatan dengan kota kelahiranku, nambah emosional aja. Nyampe di stasiun 30 menit lebih awal dari jadwal keberangkatan. Narsis dulu deh jadi-nya (emang udah diniatin waktu pertamanya nyampe stasiun Hall). Puas dan sedih harus mengakhiri petualangan, kita berdua naik kereta yang punya jadwal keberangkatan pukul 3.30pm. Dapet sebelah orang rese’ jadi deh kita akhirnya pindah duduk, untungnya kereta sepi jadi bebas milih tempat duduk tanpa takut harus terusir ke nomor duduk sebenarnya dan bersebelahan ama orang rese’ itu lagi. Di daerah Tasik aku terbengong-bengong lihat orang tipe Luffy naik kereta dan duduk di nomor bangku setelah kami, benernya ini bagian ga penting jadi ga perlu aku certain detail, tapi karena aku terlalu suka ama tipe2 tinggi-kurus jadi ga henti2nya ngeliatin orang itu dan ngerasa ini cukup penting untuk diceritakan =)) Sampai di Malang tanggal dua puluh delapan oktober pukul 8am, alhamdulillah dalam keadaan baik dan sehat. Resmi berakhir sudah travelling kali ini, bersiap untuk travelling selanjutnya tapi mau cari kerja dulu deh lalu ngumpulin duwit biar puas jalan2nya ;-)
Rabu, 10 November 2010
foto2-na Bandung
gedung apa ya??? lupa atuh mah, deket ama gedung KAA deh.
masjid raya Bandung
lalu lintas Bandung Sore Hari
becak-nya bandung, Kecil dan Mungil
plat-nya bandung
shoot me on Bandung
di depan gedung Merdeka yang dulu dipake konferensi Asia Afrika
di bagian depan Gedung Merdeka, tiang-nya dulu dipake buat mengibarkan Bendera negara2 Asia-Afrika
di depan pertokoan di kawasan alun2 Bandung, bisa dibilang wisata kota tua sih
Selasa, 02 November 2010
baiknya ku pergi
Sudah satu jam winamp ini muter lagu Ungu yang Sejauh Mungkin. Sudah satu jam aku membiarkan winamp ini mode repeat track. Sudah satu jam pula aku membenarkan lagu ini biar jadi lagu-ku.
“Lelah hati yang tak kau lihat
Andai saja dapat kau rasakan
Letihnya jiwaku karena sifatmu”
Rasanya pengen banget punya pintu kemana saja-nya Doraemon. Pengen banget pas buka pintu langsung ada dihadapan orang yang buat aku seperempat gila. Lalu ngelabrak orang itu coz udah hampir membuatku manusia bodoh (sekali lagi). Pengen memohon sama dia biar ga dateng-dateng lagi di mimpiku. Dan mengusir dia dan bayangannya dari otakku biar ngilang kaya asap.
Capek rasanya cuma bisa ngebayangin dia selama beberapa bulan terakhir. Capek rasanya menunggu kabar dari dia. Capek rasanya menjadi seperempat gila gara-gara sikap menggantungnya itu. Capek rasanya menunggu dia. Capek rasanya meyakinkan diri sendiri kalau ini akan berakhir bahagia nantinya.
Mungkin emang baiknya aku yang pergi. Dia dan bayangannya masih tetep ada di sana. Berada jauh di kota yang ga mungkin aku hindari untuk ke sana. Karena emang kota-nya, kota-ku juga meskipun aku ga bisa lagi menyebut kota kita. It’s over!!!
“…
Baiknya ku pergi
Tinggalkan dirimu
Sejauh mungkin
Untuk melupakan
Dirimu yang selalu tak pedulikanku
Yang mencintaimu
Yang menyayangi-mu
…”
*Ri-kun rasa-nya emang bener aku harus ngelupain kamu, thx udah buatku merasa gak sendirian waktu itu, thx udah buatku keluar dari keterpurukan, thx udah jadi temen discuss selama ini, thx udah jadi inspirasi-ku. Seandainya waktu bisa diulang, mungkin aku ga melakukan tindakan bodoh itu. Tapi aku memang ga bisa bo’ong kalo kamu emang buatku nyaman, berharap dirimu become my Luffy for the next time tapi ga saat ini.
Rabu, 20 Oktober 2010
akhirnya resmi juga

20 oktober 2010, pukul 8am, aku dah dinyatakan lulus.
udah yudisium sarjana, meskipun belum wisuda universitas.
seenggaknya udah resmi nambah nama di belakang.
seneeeenngggg.
meskipun September Run..Run..Run..ga jadi terlaksana dengan lancar tapi tetep bersyukur udah jadi sarjana.
Thank's my Allah. terima kasih untuk waktu 5 tahun 2 bulan ini.
untuk tahun2 cemerlang, sedih, bahagia dan tawa.
tak kan terlupa.
semangat menatap masa depan yang lebih baik lagi.
amiiinnn.
(lagu Kita untuk Selamanya Bondan berdendang, buat kita bersepuluh ChoY!!)
Jumat, 15 Oktober 2010
Independensi yang Kebablasan
Independen merupakan suatu keadaan dimana suatu lembaga atau perorangan yang mempunyai hak untuk mengatur dirinya sendiri dan berdiri sendiri tanpa bisa diganggu oleh pihak lain. Suatu lembaga pergerakan dapat mengajukan dirinya menjadi pribadi yang independen. Ke-independen-an itu mungkinkah akan menyebabkan suatu kepongahan yang akan merugikan sesamanya? Itu pasti. Independen yang seperti itu disebut suatu independensi yang kebablasan. Suatu independensi yang melupakan kedudukan dan tanggung jawab mereka. Membuat mereka menjadi suatu pribadi yang sok mempunyai kedudukan sendiri yang istimewa. Lalu parahnya, mereka tak bisa ditundukkan karena pada dasarnya lembaga yang mempunyai independensi memang tidak mau tunduk terhadap aturan.
Suatu lembaga independen diharapkan dapat mengurus dirinya sendiri lalu kenapa menjadi suatu lembaga yang memisahkan diri dan tidak mau tunduk. Agaknya mereka yang berindependen kebablasan membentuk suatu lembaga independen karena mereka sendiri tidak mau disetir, mereka menganggap dirinya superior dan yang lainnya remeh di mata mereka, sok bisa kompak dalam diri mereka. Kalau toh mereka selalu meresahkan golongan lain yang masih dalam satu payung hukum, kenapa mereka tidak mencoba memisahkan diri dan membentuk suatu lembaga sendiri? Mungkin itu jawaban yang simple tapi sebenarnya hal yang seperti ini tidak bisa diselesaikan dengan pemisahan diri begitu saja. Ada banyak aspek yang harus dipenuhi apabila ingin melakukan pemisahan.
Latar ego dan idealisme yang terlalu kuat-lah yang menyebabkan mereka-mereka itu tidak mau bersatu dan malah membentuk suatu lembaga independen yang tidak mau tunduk (baca: independen kebablasan). Ego yang tinggi dan idealisme yang tidak sejalan menyebabkan mereka menjadi sok dalam segala hal. Pengkondisian ego dan idealisme merupakan jalan tengah yang dapat ditempuh saat ini. Dengan menomor-duakan ego dan idealisme, semua masalah ketidaksukaan terhadap penguasa dapat dibicarakan baik-baik. Pergerakan independen dengan cara yang vokal dan dengan cara yang sedikit pintar bukan dengan pressing fisik dan mental merupakan cara yang beradab.
(tulisan yang dibuat berdasarkan pengamatan di lapang sewaktu masa orientasi)
*merupakan opini pribadi penulis*

